artikel 1

Belajar semasa kecil didasarkan pada beberapa teori hasil riset dalam bidang pendidikan, kedokteran dan ilmu pengetahuan mengenai tingkah laku. Semua teori ini membentuk suatu falsafah baru mengenai pendidikan anak yang bisa dipraktekan oleh para orang tua. Teori – teori ini akan membantu memikirkan dan merencakan hidup bersama anak. Beberapa teori tersebut berbunyi sebagai berikut:

  1. Anak tidak memiliki taraf kecerdasan yang sudah terbentuk dan tidak juga memiliki tempo perkekmbangan yang tidak bisa diubah. Lingkungan dapat meningkatkan ataupun menurunkan taraf kecerdasan anak, terutama pada masa – masa permulaan kehidupannya.

    Selama ini berlaku pandangan, bahwa setiap anak memiliki taraf kecerdasan tertentu yang tidak bisa berubah selama hidupnya. Taraf kecerdasan ini tumbuh dan berkembang secara otomatis pada berbagai tingkatan perkembangan. Mengapa I.Q. mengalami perubahan? Dan mengapa kadang – kadang I.Q. berubah demikian besar? Beberapa peneliti mengatakan, bahwa perubahan itu disebabkan karena tes I.Q. kurang sempurna (memang betul, bahwa tes – tes semacam ini hanya mengukur sebagian faktor – faktor kecerdasan dan tidak mengukur kemampuan – kemampuan seperti kreativitas, imajinasi dan motivasi).

    Yang lain mengatakan, tes I.Q. untuk bayi dan anak kecil terutama hanya mengukur keterampilan motorik, dan keterampilan ini belum tentu ada hubungan langsung dengan kecerdasan pada masa – masa berikutnya. Faktor – faktor emosional juga dianggap bisa menyebabkan turun naiknya angka I.Q., peningkatan atau penurunan ini disebabkan oleh banyak atau kurangnya rangsangan dari lingkungan.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *